I.
Latar
Belakang
Guru
sesungguhnya memiliki kesempatan untuk menjadi teladan bagi muridnya. Kini,
pilihannya adalah memanfaatkan kesempatan itu dengan sengaja atau membiarkannya
lewat begitu saja dan tidak melakukan apa-apa. Menjadi teladan harus diusahakan
secara sadar. Guru dengan karakter baik mengajarkan murid mereka tentang
bagaimana keputusan dibuat melalui proses pertimbangan moral. Guru membantu
muridnya memahami nilai-nilai kebaikan dalam diri mereka sendiri, kemudian
mereka mempercayainya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari siapa mereka,
hingga kemudian mereka terus menghidupinya. Guru dengan karakter yang baik
melestarikan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat melalui murid-murid
mereka. Guru adalah manusia yang senantiasa berusaha untuk menggerakkan manusia
lainnya. Oleh karena itu, guru harus lebih dulu sadar bagaimana dirinya
tergerak, kemudian memilih untuk bergerak dan akhirnya menggerakkan manusia
yang lain.
II.
Tujuan
Kompetensi
guru penggerak adalah memimpin pembelajaran, namun bukan berarti guru sebagai
pusat pembelajaran, melainkan mampu menggerakkan diri, rekan guru lain,
sekolah, lingkungan untuk mewujudkan sekolah yang berorientasi pada siswa menerapkan
merdeka belajar, siswa sebagai subyek dan bukan objek pembelajaran, mampu
membangun komunikasi dengan baik dengan rekan guru untuk menciptakan lingkungan
sekolah yang kondusif, aman dan nyaman, mampu mengembangkan sistem dan aturan
yang memastikan masukan aspirasi siswa sebagi pertimbangan utama dalam
memutuskan suatu peraturan, mampu membuat kebijakan yang berpihak pada siswa,
dan mampu mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif.
III.
Rencana
Aksi Nyata
a. Memahami terlebih dahulu tentang
nilai diri. Guru adalah manusia yang senantiasa selalu berusaha untuk
menggerakkan manusia lain. Untuk itu
guru harus terlebih dahulu sadar bagaimana dirinya tergerak, kemudian memilih
untuk bergerak dan akhirnya menggerakan orang lain.
b. Memahami dan melakukan pembiasaan peran
guru penggerak sebagai alat untuk
mentransformasikan pendidikan sehingga terciptanya profil pelajar pancasila
melalui merdeka belajar.
c. Menumbuh kembangkan didalam diri
guru penggerak lima nilai yaitu Mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan
berpihak pada murid yang kemudian diaplikasikan dalam berperilaku untuk seorang
guru penggerak.
IV.
Hasil
Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak
1. Pemimpin
Pembelajaran (Mandiri dan Inovatif)
Ciri Profil Pelajar
Pancasila yang dicapai:
beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global,
bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Contoh konkrit yang telah dilakukan antara lain: sebagian aksi nyata kepemimpinan pembelajaran yang pernah di lakukan di sekolah pada saat proses belajar mengajar. Kegiatan dari pembelajaran adalah mentransfer ilmu dan tujuannya peserta didik bisa memahami. Dalam hal ini yang pernah dilakukan adalah: menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid dengan melakukan pemilihan metode dalam mengajar, dimana guru sebagai pemimpin pembelajaran menyiapkan peralatan praktikum yang akan digunakan sebagai media dalam pembelajaran serta membentuk kelompok. Pembelajaran dilakukan secara berkelompok, Kemudian masing masing kelompok mempresentasikan hasil dari diskusi mereka. Dengan metode ini seluruh peserta didik aktif dan masing-masing memiliki peran dan pembelajaran diakhiri dengan pengambilan nilai. Dilihat dari hasil penilaian dapat disimpulkan pembelajaran berhasil. Dari uraian tersebut, kepemimpinan pembelajaran yang telah dilakukan yaitu :
a.
Memilih
atau mengambil keputusan penentuan metode dalam pembelajaran
b.
Menyusun
rencana berupa persiapan pembelajaran
c.
Pelaksanaan
yaitu proses pelakasanaan belajar mengajar (PBM)
d.
Penilaian
2.
Menggerakkan
Komunitas Praktisi
Ciri Profil Pelajar pancasila yang di capai: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Contoh konkrit yang telah dilakukan antara lain:
1. Menggerakkan
komunitas praktik untuk rekan guru di sekolah dan wilayah kota Dumai. Seorang
Guru Penggerak berpartisipasi aktif dalam membuat komunitas belajar untuk para
rekan guru baik di sekolah maupun wilayahnya. Banyaknya praktik baik yang bisa
dibagikan dalam komunitas tersebut bisa menjadi bahan pembelajaran untuk para
guru sejawat dan tentunya untuk Guru Penggerak tersebut juga. Dalam hal ini
yang pernah dilakukan antara lain adalah mengikuti pelatihan Training Of
Trainer Guru Inovatif dan Google Master Trainer yang nantinya sebagai penggerak
guru-guru di kota Dumai.
2. Mengadakan
In House Training (IHT) /pelatihan untuk meningkatkan mutu sekolah dan
kompetensi guru-guru dengan mengundang beberapa pemateri yang sesuai bidangnya,
hal ini sejalan dengan program-program pemerintah seperti Sekolah penggerak.
3. Mengadakan
Workshop/pelatihan untuk guru-guru dengan pemateri dari eksternal sekolah yang
kompeten dalam bidangnya masing-masing, seperti antara lain mulmedia interaktif, assembler edu, canva for edu,penuusunan modul ajar dan lain sebagainya.
4. Mendorong
guru-guru untuk mengikuti pelatihan pengembangan diri untuk kemudian dibagikan
pengetahuannya kepada rekan lainnya.
5. Berusaha
mencarikan jalan keluar dari hal-hal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan
semua proses yang terjadi di sekolah dengan seefektif dan seefisien mungkin.
Semua hal itu tentunya atas izin
dan sepengetahuan serta arahan pimpinan. Demikian secara garis besar beberapa
hal-hal yang sudah dilakukan dalam upaya menggerakkan komunitas praktisi.
3. Manjadi
Coach Bagi Guru Lain (Inovatif)
Ciri Profil Pelajar
Pancasila yang di capai: berkebinekaan global, bergotong
royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Contoh konkrit yang telah dilakukan antara lain: Menjadi narasumber trainer dalam kegiatan pelatihan Guru-guru.
4. Mendorong
Kolaborasi Antar Guru ( Kolaboratif)
Ciri pelajar Pancasila yang di
capai: berkebinekaan
global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Contoh konkrit yang sudah dilakukan antara lain: Bekerjasama dalam pembuatan perencanaan pembelajaran (RPP), dalam hal ini kita berdiskusi untuk penentuan jumlah jam, model pembelajaran dan yang lainnya. Berkolaborasi dengan rekan sejawat mata pelajaran
5.
Mewujudkan
Kepemimpinan Murid ( Berpihak kepada Murid)
Ciri pelajar Pancasila yang di
capai: beriman,
bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong
royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Maksudnya yaitu seorang guru mampu mewujudkan merdeka
belajar dan meningkatkan prestasi akademik siswa, mendorong siswa bernalar
secara kritis, berakhlak mulia agar prestasinya meningkat, guru mampu mengajar
dengan kreatif untuk meningkatkan kemandirian siswa.
Contoh konkrit yang
telah dilakukan sebagai seorang guru penggerak untuk mewujudkan kepemimpinan
siswa adalah:
1. Mendorong
siswa untuk aktif dalam organisasi sekolah, misalnya OSIS untuk melatih
kepeminpinan dan kemampuan memecahkan masalah, saya sebagai wali kelas selalu
mendukung dan memberi dukungan kepada siswa saya untuk aktif di kegiatan OSIS,
membantunya jika ada kesulitan selalu menyediakan waktu,pikiran dan tenaga
untuk mereka.
2. Mendorong
siswa saya ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler disekolah Di dalam organisasi
tersebut kita memberikan tangung jawab kepada siswa untuk melatih dan mengasah
kemampuannya dibidang non akademik (motivator dan fasilitator)
Pengalaman yang pernah saya lakukan sehubungan
dengan peran dan nilai guru penggerak
a. Memberikan
tuntunan, contoh dan keteladanan kepada siswa dan rekan sejawat, ikhlas
membantu rekan sejawat ketika mereka kesulitan terhadap tugas yang sedang dikerjakan,
peduli pada waktu, menjaga kebersihan, bertutur kata yang baik, dan ramah,
b. Memotivasi
siswa untuk mandiri untuk mengerjakan tugas dan belajar dikelas
c. Memberikan
pelayanan secara ikhlas (lebih among) pada siswa yang kesulitan dalam kognitifnya
d. Membimbing
siswa yang bermasalah pada karakter dan perilakunya dengan mengajak bicara dari
hati kehati
e. Melakukan
berbagai kegiatan pelatihan online untuk pengembangan diri dan mengajak kawan
untuk mengikutinya dan membantunya jika mengalami kesulitan
f.
Mentransferkan
ilmu yang didapat dari kegiatan pelatihan kepada rekan sejawat
g. Memberikan
informasi dan menuntun rekan sejawat untuk mengikuti berbagai pelatihan yang
diadakan secara online
h. Melakukan diskusi kepada rekan sejawat tentang kelengkapan yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran
i. Menjadikan siswa sebagai pusat subjek pembelajaran
Kegiatan yang dilakukan guru penggerak untuk
menguatkan peran serta nilai tersebut adalah:
a. Memahami dan melakukan Pembiasan peran guru penggerak sebagai alat untuk
mentransformasikan Pendidikan yang terciptanya profil pelajar Pancasila melalui
merdeka belajar.
b. Memahami terlebih dahulu tentang
nilai diri (Identitas gunung es). Guru adalah manusia yang senantiasa selalu
berusaha untuk menggerakkan manusia lain.
untuk itu guru harus terlebih dahulu sadar bagaimana dirinya tergerak,
kemudian memilih untuk bergerak dan akhirnya menggerakan orang lain.
c. Memahami empat kompetensi dari peran
guru penggerak (mengembangkan diri dan orang lain, memimpin pembelajaran,
memimpin manajemen sekolah, memimpin pengembangan sekolah)
d. Menumbuh kembangkan didalam diri
guru penggerak lima nilai yaitu Mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan
berpihak pada murid yang menjadi baru dalam berperilaku untuk seorang guru
penggerak
Link Dokumentasi Nilai dan peran guru penggerak
https://docs.google.com/document/d/1u5WStwR0ZP-rW46pQ2WHkY7tG4vr0KenF7datSlgYf8/edit?usp=sharing